Sang Penjajah Menjadi Sang Pencerah

 

Kamis, 12 Mei ’11 14:38 • KompetiBlog 2011
Uang bisa membeli kebahagiaan. Belanda telah membuktikannya dengan predikat 10 besar negara terbaik di dunia dalam berbagai hal. Mengantarkan 16 juta penduduknya menjadi peringkat 5 negara paling bahagia di dunia. Menurut survei Gallup World Poll, 68 persen warga Belanda merasa bahagia. Indonesia tertinggal jauh pada posisi 73. Jika mereka dulu menjajah negara ini, mari kita ambil rahasia kebahagiaannya.

 

 Historyofindonesia

 

Kebahagiaan itu berasal dari kepuasan hidup dan pendapatan. Menurut peneliti Gallup, negara dengan produksi domestik tinggi akan menikmati kemakmuran. Apabila Anda berpikir uang tidak bisa membeli kebahagiaan, maka riset bicara lain. Kesejahteraan dari uang memberikan kebahagiaan.

Hasil Human Development Report menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia di Belanda peringkat 7 dari 169 negara. Pengukuran berdasarkan tiga dimensi dasar pembangunan manusia: hidup sehat dan panjang umur, akses pendidikan, dan standar kelayakan hidup.

Untuk membeli kebahagiaan, Anda harus berinvestasi. Pendidikan menjadi sumber cahaya yang dipilih Belanda untuk menyinarkan kebahagiaan. Pembangunan pendidikan sejalan dengan pemikiran pakar ilmu ekonomi modern. Mereka melihat pendidikan sebagai investasi manusia yang diharapkan memberi keuntungan balik dalam periode waktu tertentu pada masa mendatang (Vaizley, 1962: 37). Jawara 1 akses pendidikan berdasarkan penilaian Educational Policy Institute ini memiliki tingkat melek baca Belanda 99.0 persen!

Rintangan pendidikan tinggi berakar dari sumber dana dan biaya pendidikan. Belanda punya solusi. Riset EPI menasbihkan Belanda juara 3 keterjangkauan pendidikan tinggi. Bahkan, Belanda membantu keterbatasan finansial dengan kerjasama bilateral beasiswa StuNed untuk profesional muda Indonesia.

Besaran investasi harus sebanding kualitas pendidikan. Belanda menganut sistem pendidikan binari yang memfasilitasi berbagai kebutuhan. Wetenschappelijk Onderwijs berorientasi riset dan ditawarkan universitas. Mencetak peneliti yang menuai banyak penghargaan Nobel. Hoger Beroepsonderwijs menyediakan pendidikan tinggi profesi melalui hogescholen. Ilmu terapan menghasilkan tenaga ahli di berbagai sektor. Internationaal Onderwijs didesain untuk mengakomodasi kebutuhan mahasiswa asing dengan penggunaan bahasa Inggris.

Menurut alumnus The International Institute of Social Studies, Savina Hutadjulu, studi di Belanda mengasah daya kritis untuk analisis diskursus. Anda dilatih menulis esai berbekal wawasan berbagai mahzab. Kerangka berpikir disokong akses online gratis jurnal ilmiah, artikel media, dan laporan riset bebas unduh hanya berbekal kartu mahasiswa. Bahkan, Anda langsung diterbangkan untuk studi banding ke negara yang menjadi studi kasus.

Sebagai investasi, konsep biaya harus mengembalikan modal. Keuntungan terbesar studi di Belanda sebagai negara markas organisasi internasional dengan kebutuhan pekerja terampil yang tinggi. Mahasiswa Indonesia sudah memiliki izin tinggal resmi. Untuk bekerja sambilan, Anda bisa mengajukan izin kerja secara gratis. Waktu kerja dibatasi 10 jam setahun atau kerja penuh pada Juni, Juli, Agustus. Setelah lulus, pemerintah Belanda memberi fleksibilitas untuk tinggal dan bekerja sebagai Imigran Terampil. Sejak Desember 2007, lulusan asing Universitas dan Hogeschool leluasa tinggal selama satu tahun untuk mencari kerja (zoekjaar) dengan biaya €331.

Dari negara yang masuk 10 besar eksportir di dunia ini kita dapat mengambil pijar kebahagiaan. Ketika setiap sektor ditopang insan berkualitas, maka sinergi tercipta untuk menjadi negara terbaik di dunia. Mari mengisi perut lapar di negara ini dengan pemikiran berkualitas demi masa depan cerah. Sekarang giliran Anda membeli kebahagiaan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s