Review Majelis Tidak Alim @SolehSolihun

Selamat tahun baru 2015! Mengingat postingan tahun lalu, saya merekomendasikan film pembuka awal tahun. Tapi, awal 2015 ini saya jarang menonton film. Belum ada yang ingin saya rekomendasikan, sampai saya menonton Majelis Tidak Alim. Ini pentas stand up comedy oleh Soleh Solihun di PPHUI, Jakarta pada Sabtu, 31 Januari 2015.

Berhubung majelis, acara pada Sabtu malam hujan deras ini dibuka oleh idola emak-emak, Abdel yang sering tampil bersama Mamah Dedeh. Pas banget! Baru tau dia mantan pecandu. Dia menceritakan kebiasaannya mengecek wc setiap masuk lokasi baru. Akibat dulu sering mencari wc untuk lokasi memakai heroin.

Setelah dikocok perut oleh:
Adjis Doa Ibu dengan teori ekonomi dalam pacaran
David Nurbianto dengan jebakan predikat juara, dan
Ricky Watimena sebagai jaminan keamanan dan satu-satunya umat Kristen “lulus” dalam seleksi majelis :))))

Soleh memasuki panggung dengan dramatis sambil naik motor bebek dengan sarung dan baju koko.

Menyimak Soleh itu tidak terasa seperti menonton standup comedian. Apalagi setelah menonton serangkaian comic pembuka, jadi terasa pola teknisnya. Kalau Soleh berbeda, terasa seperti diceritakan jokes bapak2 di warung atau di gang. Akrab.

Dari canda Tuhan sampai menertawakan penonton bule Australia. Cerita cinta sampai sejarah hidup. Dari Ahok sampai kisah 25 Nabi. Sebagai selingan yang kreatif dan konseptual, tiba-tiba penonton diminta sumbangan. Caranya dengan jaring seperti meminta sumbangan mesjid di jalan. Semuanya benar-benar bikin ketawa lepas banget. Digas tanpa henti selama 2 jam 48 menit penuh canda dan celaan.

Saya sempat jadi calo gadungan karena kelebihan satu tiket. Beruntung, langsung laku lho! Managernya sekalian bantu menjual hahaha…Ada pasutri yang menunggu penonton batal di ticketbox. Memang pertunjukkan ini sudah laris manis jauh sebelumnya.

Semoga Mejelis Tidak Alim bisa tampil lagi dan bisa tur keliling Indonesia. Sayang kalau banyak yang tidak bisa menonton karena kapasitas ruangan terbatas. Tapi, nanti beli DVD-nya saja dulu.

Setelah nonton PK, kemudian nonton majelis ini tuh jadi kepikiran masalah konflik agama yang dibesar-besarkan. Mungkin dengan menertawakan, umat beragama bisa lebih santai dan toleran. Sederhana seperti permainan logika Soleh. Saya mengutip review buku Dan Brown yang sesuai untuk mengomentari Majelis Tidak Alim:
(((MENGGUNCANG IMAN)))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s