PSF: Gubernur Saba Desa: Merayakan Karya Desa di Pangandaran

Tulisan saya untuk kunjungan singkat ke Pangandaran

Stand bertuliskan PNPM Mandiri Perdesaan sudah berhias cantik di Lapangan Starpras, Pangandaran, Jawa Barat. Aneka produk kreatif dari minuman segar, anyaman, batik hingga tanaman buah-buahan hadir meramaikan gelaran Gubernur Saba Desa 2014 mulai 25 November 2014. Sesuai nama acara, tentu tidak lengkap tanpa kehadiran Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan pada puncak acara 26 November 2014.

Acara ini dihadiri sekitar 2.000 peserta dari Bupati se-Jawa Barat, pemerintah pusat, forum komunikasi daerah Jawa Barat dan Kabupaten Pangandaran, DPRD Provinsi dan Kabupaten, pelaku PNPM hingga Kepala Desa. Dalam dua hari, Gubernur Saba Desa menampilkan Pameran Pengembangan Ekonomi Kreatif Perdesaan Jawa Barat, melaksanakan koordinasi PNPM Mandiri Perdesaan, mengunjungi lokasi pembangunan di perdesaan, menyerahkan hadiah serta bantuan, dan dialog dengan pelaku PNPM Mandiri Perdesaan.

Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kepemimpinan, kemandirian, dan motivasi khususnya pelaku PNPM Mandiri se-Jawa Barat; menjalin kemitraan dan pertukaran informasi pengetahuan pelaku PNPM, masyarakat, serta pemerintahan Desa; memelihara rasa kebersamaan dan kekeluargaan.

Menurut laporan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Jawa Barat, Drs. Dede Rusdia, MAP, PNPM Mandiri Perdesaan telah menggelontorkan dana Rp4,1 triliun untuk berbagai aspek, seperti 3.524 unit gedung pos kesehatan, 846 pasar desa, dan 2.227 sarana air bersih. Pengembangan dana bergulir Simpan Pinjam kelompok Perempuan dari modal Rp669 miliar menjadi aset produktif 1,6 triliun untuk lebih dari 108.000 pemanfaat.

Kemajuan Pangandaran bersama PNPM Mandiri Perdesaan menuai apresiasi dari Bupati Pangandaran Dr. H. Endjang Naffandi, M.Si dalam sambutannya.

“Kita akan menghadapi persaingan global. Kita harus menyiapkan sejak awal demi meningkatkan daya saing agar tidak tertinggal oleh daerah lain. Hal ini harus disadari pelaku PNPM, baik pemerintah maupun masyarakat,” ujar Endjang.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menyambut gembira pameran PNPM Mandiri Perdesaan. Kedatangan Gubernur yang akrab disapa Aher ini disambut dengan tarian tradisional dan upacara adat. Aher membuka dengan memukul kentongan bersama pejabat daerah yang hadir. Gubernur Saba Desa membuka kesempatan untuk masyarakat bisa berdialog langsung.

Ketika diminta dana operasional untuk Ruang Belajar Masyarakat, Aher menyarankan untuk mengelola secara swadaya. Ini termasuk dengan pemeliharaan fasilitasnya.

“Tidak semua persoalan harus diselesaikan dengan anggaran, baik pusat maupun daerah. Tapi, dengan pemberdayaan, kita bisa melakukan itu. Kalau kegiatan perekonomian ada dan berhasil dari PNPM Mandiri, secara bersama-sama mari kita merawat Ruang Belajar Masyarakat yang sudah ada,” papar Aher.

Gubernur menilai negara tidak akan pernah mungkin bisa menyelesaikan semua masalah. Masyarakat bisa menjadi kekuatan baru untuk mencapai solusi. Negara hanya memfasilitasi awal, masyarakat yang mengembangkan.

Bicara Undang Undang Desa, Aher menjelaskan Jawa Barat sudah memulai lebih dulu untuk mempercayakan pembangunan tingkat Desa. Pemerintah akan memfasilitasi 18 UPK di Jawa Barat untuk tahap keberlanjutan.

Aher berharap dengan adanya dana Desa amanat Undang Undang Desa sekitar Rp1 miliar, PNPM Mandiri Perdesaan tetap bisa berlanjut. Harapan ini sudah disampaikan langsung saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Rekomendasi keberlanjutan ini berdasarkan evaluasi pelaksanaan PNPM yang sudah berjalan dengan hasil positif. Tidak hanya mengandalkan dari Pemerintah Pusat, Aher mengaku sudah memiliki strategi tersendiri.

“Tidak ada satupun provinsi di Indonesia yang memberikan dana bantuan Desa Rp100 juta setiap tahun, kecuali Jawa Barat. Satu-satunya propinsi yang memberikan dana ke Desa setiap tahun hanya Jawa Barat!” cetus Aher.

Aher kembali menegaskan dukungannya untuk keberlanjutan PNPM Mandiri dengan berencana akan mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi.

“Di antara dana bantuan pemerintah yang turun ke masyarakat, dana lewat PNPM Perdesaan itulah yang paling berhasil dibanding dengan dana-dana sosial lainnya,” ujar Aher saat menanggapi pertanyaan dari pelaku PNPM.

Aher mengatakan keputusan keberlanjutan PNPM Mandiri masih tetap di tangan Pemerintah Pusat. Hingga saat ini, kepastiannya masih perlu menunggu pengumuman resmi. Tapi, Aher mengajak masyarakat bergotong-royong untuk merawat aset PNPM bersama-sama.

Belajar dari sang juara

Gubernur Saba Desa menjadi momen bahagia ketika Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan atau Aher menyerahkan penghargaan Sikompak Award, bantuan keuangan, dan hibah. Sikompak Award memberi penghargaan kepada Unit Pengelola Kegiatan (UPK), Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), Perencanaan Pembangunan Desa (PPD), Pendamping Lokal (PL), dan kategori UPK tingkat Kabupaten.

Juara Sikompak Award Tingkat Provinsi Tahun 2014 Kategori Unit Pengelola Kegiatan (UPK) yakni UPK Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur (Juara I), UPK Kecamatan Lumbung Kabupaten Ciamis (Juara II), UPK Kecamatan Karang Wareng Kabupaten Cirebon (Juara III), UPK Kecamatan Cikalong Wetan Kabupaten Bandung Barat (Juara IV). Juara I mendapatkan piala bersama uang Rp50 juta.

Ketua UPK Kec Gekbrong Cianjur, Haji Iing Nulhakim yang meraih Juara I SiKompak Awards merasa keunggulan terbesarnya terletak pada keberhasilan mengelola Simpan Pinjam kelompok Perempuan. Resep keberhasilannya pada kemacetan pinjaman di bawah dua bulan, jarang tunggakan mencapai Rp100 juta, dan banyak kerjasama dengan pihak ketiga. Kreativitas penerima manfaat SPP pun menghasilkan beragam produk unggulan yang telah masuk pasar ekspor.

“Ada beberapa kelompok SPP yang mengelola pertanian dan perikanan, seperti budidaya lele jumbo, ikan hias. Kita kerjasama dengan Dinas Perikanan. Kita siapkan dana dan pembinaan bersama dinas terkait tingkat Kabupaten dan Kecamatan,” ujar Iing.

Dengan melibatkan dukungan pihak lain, UPK siap menghadapi phase out dalam pembangunan fisik infrastruktur. UPK Gekbrong akan terus fokus membina kelompok SPP menghasilkan produk berdaya saing internasional seperti kerajian lampu gentur yang sudah diekspor dan peci rajut yang sudah masuk pasar Saudi Arabia. Hadiah senilai Rp50 juta akan dimanfaatkan penambahan modal, biaya operasional, dan mengisi furnitur kantor UPK yang baru berdiri dari surplus UPK serta pinjaman tanah Pemda.

Dalam menyambut UU Desa, UPK Gekbrong sudah bergerak bersama Muspika. TPK di kecamatan akan difungsikan untuk program Desa masing-masing. Apabila tidak ada dana dari Pusat, kelembagaan yang sudah ada di UPK, BKAD, BP, dan TPK mungkin akan dipergunakan pihak kecamatan.

Selain Cianjur, Ciamis juga mencuri perhatian dalam Sikompak Award. Kabupaten Ciamis berhasil memborong penghargaan UPK tingkat Provinsi untuk UPK Kecamatan Lumpung, BKAD untuk Kecamatan Penumbang, Desa Sidamulih Kecamatan Pamarican sebagai Juara I PPD, dan Juara I PL untuk Kecamatan Pamarican.

Ruang Belajar Masyarakat Ciamis menjadi wadah untuk masyarakat bisa bertukar pikiran.

“Ciamis termasuk salah satu yang punya jaringan langsung ke provinsi, termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur dengan Virtual Meeting,” ujar Fasilitator Kabupaten Keuangan PNPM Kabupaten Ciamis, Sutardjo menjelaskan jaringan konferensi video antardesa.

Saat pameran Gubernur Saba Desa, stand Ciamis tampak canggih menunjukkan berbagai inovasi teknologi Desa. Sutardjo menjelaskan Ciamis ingin menunjukkan masyarakat Desa mampu mengelola website Desa dan mengembangkan Sistem Informasi Desa yang menjadi amanat Undang Undang Desa. Sutardjo berharap sistem data kependudukan tingkat Desa tidak lagi dikerjakan secara manual.

Divisi IT dan Budaya dalam RBM Ciamis terus mengembangkan teknologi Desa. Bersama Komlab ITB, RBM Ciamis membuat e-learning, video pembelajaran secara elektronik dengan teknik animasi. Dana terbatas untuk pengembangan kegiatan ditambah dengan merangkul sponsor operator hingga swadaya masyarakat Desa.

RBM Ciamis akan terus masuk ke ranah produksi konten untuk pengembangan website Desa. Mereka melatih Ibu-ibu Posyandu, PKK, dan Karang Taruna sebagai pewarta warga.

“Ke depan, tujuan kita adalah bagaimana Desa bisa bersuara. Website Desa itu pengarusutamaan beritanya tidak mudah goyah dengan kepentingan seperti berita mainstream (perusahaan media berita nasional). Desa memiliki ciri khas, dengan keasyikan mengeksplorasi potensi dan masalah Desa,” cetus pembina RBM Ciamis ini.

Kerja kolaborasi ini akan terus berlanjut untuk membangun jejaring lingkar belajar antardesa hingga siap untuk melaksanakan Undang Undang Desa.

Lihat keseruan aksi rekan mandiri di Galeri Foto Gubernur Saba Desa

Sumber: http://pnpm-support.org/news/gubernur-saba-desa-merayakan-karya-desa-di-pangandaran

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s