#Potong10Persen Dari Balikpapan untuk Desa Indonesia Timur

Dari mematikan lampu hingga solar panel untuk desa tertinggal. Balikpapan, Kalimantan Timur menunjukkan kualitasnya sebagai Kota Paling Dicintai di Dunia.  Yoga Pratama dari Perkumpulan Komunitas We Love Balikpapan dengan semangat bercerita pengalaman blusukan ke desa tertinggal untuk berbagi terang dengan memberikan lampu solar panel.

Langkah hemat energi dan inisiatif energi terbarukan ini menjadi upaya energi berkeadilan di Indonesia. Sebesar 87 persen total energi nasional masih dinikmati mayoritas masyarakat perkotaan. Sementara lebih dari 2.500 desa di Indonesia masih gelap gulita tanpa listrik.

Konferensi Pers Gerakan Hemat Energi “Potong 10 Persen” bersama Moderator, Gita Lestari Kepala Sub-Direktorat Bimtek dan Kerjasama, Direktorat Konservasi Energi; Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM, Rida Mulyana; Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Balikpapan, Arzaedi Rachman S.Sos MM; dan Perkumpulan Komunitas We Love Balikpapan Yoga Pratama (kanan ke kiri)

Sebagai kota besar, konsumsi energi Balikpapan menjadi target penghematan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Berdasarkan data PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), total konsumsi energi Balikpapan mencapai 3.007,30 GWh dengan konsumsi tertinggi dari rumah tangga (1.819,59); bisnis (727,35); industri (171,92); sosial (120,22), gedung pemerintahan (117,01); dan Penerangan Jalan Umum (51,21).

Sebagai strategi nasional, Kementerian ESDM mencanangkan Gerakan Hemat Energi “Potong 10 Persen” di kota yang memiliki konsumsi listrik terbesar, seperti DKI Jakarta, Banten, Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, Palembang, Pekanbaru, Lampung, Makassar, Denpasar, dan Balikpapan. Peluncuran Gerakan Hemat Energi “Potong 10 Persen” ini ditandai dengan peluncuran serentak tiga kota: Denpasar (Bali), Makassar (Sulawesi Selatan), dan tentunya Balikpapan.

Aksi ini mengajak sekitar 1.800 peserta di Balikpapan untuk Fun Walk di Lapangan Merdeka Balikpapan. Langkah ramah lingkungan ini menyatukan Kementerian ESDM, Pemerintah Daerah, mahasiswa, pelajar, hingga mempertemukan blogger/ warganet Jakarta dengan Balikpapan.

Dengan Potong 10 Persen selama satu tahun untuk rumah tangga, sosial, dan gedung kantor Pemerintah, Balikpapan dapat menghemat energi hingga 205,08 GWh atau setara Rp301,74 milliar! Bahkan, digadang mampu menurunkan emisi CO2 hingga 0,16 juta ton CO2. Ini belum termasuk 2 kota lain yang diajak berhemat. Konsumsi energi Denpasar 4.668,03 GWh dan Makassar 4.592,77 GWh (data PLN 2015). Total penghematan Potong 10 Persen mampu pangkas konsumsi 679,65 GWh.

Lantas untuk apa artinya upaya berhemat? Kemana lari uang itu? 

Manfaat Potong 10 Persen untuk Energi Berkeadilan

Kesenjangan konsumsi energi menjadi masalah bersama yang memerlukan aksi bersama. Berdasarkan data PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) 2015, total konsumi energi di tiga kota Denpasar, Balikpapan, dan Makasar itu 12.080,94 GWh atau sekitar 12,1 Terra Watt Hour (TWh). Penghematan dengan Potong 10 Persen selama satu tahun mampu menguntungkan Denpasar 212,62 GWh (Rp311,91 M); Balikpapan 205,68 GWh (Rp301,74 M) dan Makassar 261,35 GWh (Rp383,39 M). Total ketiga wilayah menghemat hingga 679,65 GWh atau setara Rp997,04 miliar.

 “Apabila program ini berjalan optimal di seluruh kota besar di Indonesia, ini dapat menunda kebutuhan pembangunan pembangkit listrik sebesar 2 GW dengan nilai sekitar Rp18,4 triliun,” tutur Rida.

Apa artinya? Pemerintah bersama masyarakat dapat berbagi terang dengan memberi listrik untuk 98.661,433 Kepala Keluarga atau 388.726,046 jiwa di Indonesia Timur. Weits, itu baru hasil tiga kota!

Apa jadinya jika 11 provinsi tadi semua ikut Potong 10 Persen?

Potensi Penghematan Listrik Potong 10 Persen di 11 Provinsi

“Sangat mudah untuk menghemat 1 watt dibandingkan harus membangun 1 watt. Untuk menciptakan 1 MW jauh lebih sulit dibandingkan kita harus menghemat 1 MW. Dimulai dari yang langkah sederhana dengan mematikan laptop, TV yang tidak digunakan. Bayangkan kalau dilakukan di seluruh indonesia,” ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Rida Mulyana saat konferensi pers acara Gerakan Hemat Energi “Potong 10 Persen” di Balikpapan, Sabtu (20 Mei 2017).

Konsumsi energi untuk 11 provinsi menyedot 91 persen konsumsi energi nasional. Potong 10 persen saja dapat memangkas 17.411 GWh yang senilai penghematan pembangunan 3,2 GW PLTU baru senilai… Rp43,2 TRILIUN!

Apa yang bisa dilakukan dengan dana sebesar itu?

Kamu bisa menerangi seluruh desa 6 provinsi di Indonesia Timur dengan 2.527.469 KK atau sekitar 9.970.286 jiwa. Bayangkan, kamu bisa berbagi cahaya untuk adik-adik yang terpaksa belajar dalam kegelapan di desa-desa Indonesia Timur.

Membalik Balikpapan Menuju Energi Terbarukan

Kerjasama komunitas dengan Pemerintah Kota Balikpapan sudah terjalin mesra. Yoga Pratama dari Komunitas We Love Balikpapan menceritakan gerakan relawan pemuda menjahit dan membagikan tas daur ulang dari umbul-umbul bekas bekerjasama dengan Pemkot Balikpapan. Bahkan, banner kotor yang disumbang sudah dicuci dulu oleh Pemkot. Komunitas bikers pun mengajak nebeng serentak pada jam tertentu. Komunitas Balikpapan juga sudah bergabung dengan aksi Earth Hour mematikan lampu untuk menghemat energi.

Apa aksi pemerintah?

Blogger dan Netizen Jakarta ngumpul bareng Kementerian ESDM, Pemkot Balikpapan, Komunitas We Love Balikpapan, dan wartawan lokal Kalimantan Timur

“Pemkot Balikpapan gali potensi energi terbarukan lewat Bappeda; gelombang laut, tenaga surya, biomassa,” ujar Arzaedi Rachman S.Sos MM, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Balikpapan.

Arzaedi mengungkapkan Balikpapan surplus energi. Tapi, tantangan terbesar pada bentang alam yang panjang. Instalasi listrik bisa terkena berbagai gangguan kondisi alam hingga satwa liar sehingga daerah mengalami “byar pet” alias mati listrik.

Tantangan lain untuk menarik pendanaan dan investor energi terbarukan mencapai 35 ribu megawatt. Tapi, mereka juga ingin mandiri energi tanpa tergantung investasi asing. Balikpapan mengembangkan kerjasama investor luar negeri dengan pengusaha lokal dalam pengembangan suku cadang pembangkit energi.

Potensi Penghematan Listrik Potong 10 Persen di Denpasar, Balikpapan, dan Makassar

Balikpapan menyadari penuh kekayaan geologi dengan potensi batu bara yang luas. Bahkan, Arzaedi bercanda kalau menggali tanah saja bisa ketemu batu bara. Tapi, tata kota menekankan target ruang terbuka hijau dan membatasi perizinan eksploitasi pertambangan yang menggerus gunung dengan penuh kehati-hatian.

Langkah pemerintah mulai beralih dengan menggunakan lampu hemat energi untuk penerangan jalan dan gedung pemerintahan hingga mobil dinas dengan perangkat konversi pengirit bahan bakar. Pemerintah kota juga menghimbau laporan hemat energi untuk basis data Balikpapan.

Subsidi energi listrik pun harus tepat sasaran. Komunitas Balikpapan siap mengawal Potong 10 Persen melalui forum kerjasama yang berkelanjutan. Masyarakat hingga level RT/RW dan PKK berdaya menjadi garda terdepan sosialisasi Potong 10 Persen.

Apa saja yang bisa kita lakukan?

Tiga langkah yang perlu dilakukan masyarakat dalam upaya penghematan listrik:
a. Pertama, matikan lampu dan mencabut listrik dari peralatan elektronik yang tidak sedang dipakai, serta cabut saklar;
b. Kedua, menahan volume mesin pendingin (air conditioning/AC) pada level 25 derajat;
c. Ketiga, menjadikan hemat energi sebagai gaya hidup sehari-hari masyarakat Indonesia.

Cara menarik lain? Bisa lewat edukasi. SD telah terapkan Polisi Energi sebagai pengawas aksi hemat energi di sekolah. Masa kalah sama anak kecil? 😉

Yuk #Potong10Persen untuk berbagi nyala ke desa-desa di Indonesia Timur!

Yuk tunjukkan aksi #Potong10persen lewat media sosialmu!

Lihat Galeri Foto Fun Walk #Potong10Persen

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s